Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Manusia Langit: Akhirnya Setan Menangis Juga

Tidak bisa dipungkiri mungkin dibenak diri kita sehari-hari tidak pernah terbesit pikiran bahwa dalam kehidupan ini selalu membuat setan merasa bahagia dan puas dengan keberhasilan tugasnya.  Keberhasilan tugasnya tidak lain adalah mencari teman sejati untuk diajak tinggal bersama di rumah pembuangan yang dijanjikan oleh Sang Pencipta.  Ingatlah bahwa terbuangnya dia dari surga akibat dirinya hanya membantah satu perintah untuk bersujud kepada Adam. Hanya satu perintah yang membuatnya terbuang dari kedekatan dengan Sang Pencipta karena kesombongannya menghapus segala kebaikan yang telah dia lakukan.  Betapa sedih dan kecewa dirinya dengan hal itu maka tidak salah dengan permintaan untuk "balas dendam" agar dia diberikan kesempatan mencari teman yang bisa untuk meramaikan tempat pembuangan.  Tangisan awal setan (pihak ketiga) ini yang terjadi sejak firman Sang Pencipta kecewa dengan perilaku kesombongannya dan mengakibatkan tidak mau sujud atau membangkang perintahNYA...

Manusia Langitan: Dari Ketiadaan Menuju Keberadaan

Pernahkah diri kita berpikir bahwa mengapa diri diciptakan dan dijadikan manusia untuk hidup di dunia ini?  Mungkin bagi diri yang terlalu sibuk dengan pekerjaan tidak pernah memiliki pertanyaan seperti ini atau malah mungkin tidak menghiraukan dengan hal ini karena buat apa memikirkannya dan malah menjadikannya pusing.   Atau malah memiliki pikiran bahwa itu bukan urusannya karena sudah ada yang memikirkan dan diri kita tinggal mengikutinya saja.  Dan ketika kondisi seperti sudah terjadi maka jalan untuk menemukan jati diri sebagai manusia dengan kesempurnaannya tidak akan pernah ditemukan karena semakin jauh kepemilikan pemahaman tentang hidup yang benar ditemukan di kehidupan yang dijalani. Pemahaman tentang diri kita diciptakan dan dihidupkan dimuka bumi tidak sekedar hidup yang seperti ini.  Karena dunia hanyalah sebagai proses diri untuk menuju keberadaan manusia yang sejati. Maka hakekat dari "keberadaan" diri sebagai manusia sebetulnya bukan tentang sesuatu y...

Manusia Langit: Kebersyukuran Diri

Seringkali diri selalu diingatkan ataupun terbiasa mengucapkan syukur atas segala hal yang telah diberikanNYA kepada kita.  Tindakan diri kita ini sebagai sebuah "kebiasaan yang latah" atau memang memahami apa yang seharusnya dilakukan atas rahmat dan rahman yang telah diterima.  Jika hal ini dilakukan karena latah (tidak berasal dari hati) mungkin bisa dianggap sebagai sebuah "penghinaan" karena mengucapkan terima kasih yang dilakukan tidak berdasar. Dan mungkin ini juga sering kali diri kita melakukannya. Dikatakan tidak berdasar karena diri melakukan sebatas keterkejutan atas hal yang diri terima.  Sebuah kebodohan yang mungkin tidak disadari namun sering kali menjadi sebuah kebiasaan yang sering diri kita lakukan.  Dan hal ini dapat dikatakan diri kita sebagai bagian orang yang "kerja" atau beraktivitas namun tidak didasarkan oleh pengetahuan atau ilmu.  " Apakah kamu tidak berpikir " adalah sebuah pernyataan yang pas untuk diri kita dalam ko...

Manusia Langit: Hijrah Dari Bumi ke Langit

 Terjebak dalam kehidupan di bumi ini dengan segala bentuk keindahan dan kenikmatan yang ternyata membuat diri terlena dan lupa dengan kontrak hidup.  Tak banyak diri kita yang sadar dengan kondisi ini bahkan merasa nyaman dan bahkan bagaikan muncul dalam benak bahwa segala kehidupan dapat dibelinya.  Maka tak heran sibuknya aktivitas luar menjadikan diri tak pernah sibuk dalam keheningan untuk mengumpulkan kapasitas diri.  Hidup yang ternyata menjadikan pribadi yang lalai dan memudahkan urusan akibat buta dengan pemahaman atau pengetahuan jalan kehidupan yang harus ditempuhnya.  Malah mungkin bangga diri kita dikatakan sebagai pribadi yang membumi (menjadi manusia bumi) akibat terlalu sibuk dengan urusan dunia.   Semoga diri kita tidak termasuk dalam golongan ini dan tak heran maka sering diri kita sebagai manusia selalu diingatkan sebagai golongan yang tak pernah berpikir atau bersyukur dan sebagainya.  Bagaikan sebuah peringatan atau teguran ya...